Rabu, 28 September 2011

Hold my hand


I hear the flower’s kinda crying loud
The breeze’s sound in sad, oh no
Tell me when did we become,
So cold and empty inside
Lost a way long time ago
Did we really turn out blind
We don’t see that we keep hurting each other no
All we do is just fight

Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don’t we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought

Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you

Children seem like they’ve lost their smile
On the new blooded playgrounds
Oh no
How could we ignore , heartbreaking crying sounds
And we’re still going on
Like nobody really cares
And we just stopped feeling all the pain because
Like it’s a daily basic affair

Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don’t we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought

No matter how far I might be
I’m always gonne be your neighbor
There’s only one small planet where to be
So I’m always gonna be your neighbor
We cannot hide, we can’t deny
That we’re always gonna be neighbors
You’re neighbor, my neighbor
We’re neighbors

So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind

So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you


         Syair diatas adalah salah satu dari syair fave, yang isinya sangat jujur dan terbuka.  Kita yang tenggelam dengan kesibukan kita setiap hari, senin sampai dengan minggu terkadang mengabaikan lingkungan sekitar.  Yang kita kejar adalah materi dan kepuasan diri kita sendiri.  Tidak dapat disalahkan bahwa liberalisme telah  menyelimuti segala aspek kehidupan kita didukung oleh teori-teori kebutuhan salah satunya yang dikemukakan oleh Maslow, sebenarnya manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas.
         Pernahkan kita pikirkan saat kita merasakan hidangan yang sangat menggoda selera, di belahan dunia lain ada saudara kita yang menahan rasa lapar untuk waktu tak tentu.  Bagaimana kita dapat tidur nyenyak disaat banyak saudara kita yang tidur tanpa alas dan beratap langit.  Mungkin jika dikatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan basic religi yang kuat, hanyalah sebuah konteks karena jumlah penduduknya yang banyak dan mereka semua memeluk agama, dan tidak ada yang komunis, tetapi apakah sikap kita selama ini mencerminkan sikap manusia yang beragama ?  Atau kita pelu sebuah cermin yang cukup besar untuk menilai diri kita sendiri ?
       Menjadi kaya, memiliki semuanya adalah salah satu anugerah tersendiri dari Allah, tetapi perlu diingat kembali bahwa di dalam harta kita, terdapat harta anak yatim dan fakir miskin yang harus kita berikan.  Adalah suatu hal yang tidak terpuji apabila kita diberikan titipan, tetapi tidak disampaikan dengan baik.  Tetapi seindah-indahnya memiliki semuanya, tidak akan lebih indah apabila kita tidak membagikannya kepada saudara-saudara kita yang lain.  Melihat mereka tersenyum dapat membawa kebahagiaan tersendiri, bahkan akan lebih terasa indah dibanding menikmati kebahagiaan kita seorang diri.
Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abu Darda, bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya, “Inginkah kalian mendapatkan dua hal, yakni mendapatkan ketenangan batin dan kebahagiaan yang hakiki, serta terpenuhinya segala kebutuhan hidup kalian?”
Para sahabat menjawab: "Benar ya Rasul, kami menginginkan hal itu.” Rasul pun menjawab: “Sayangilah anak-anak yatim; bertanggung jawab serta memperhatikan kehidupan mereka, dan berilah makanan dari sebagian makanan yang kalian makan (untuk para dhu'afa dan fakir miskin); maka pasti kalian akan mendapatkan ketenangan batin dan kebahagiaan yang hakiki, serta terpenuhi kebutuhan kalian.”

Sungguh alangkah indahnya hidup orang yang telah mendapat jaminan keberlimpahan ketenangan lahir dan batin.Ya Allah berkahilah rizki hamba. Berikan kekuatan tangan ini untuk berbagi

Selasa, 23 Agustus 2011

Kedaulatan bangsa, dimanakah kau berada ??

     Hari ini saya membaca berita (yang mungkin terlambat saya baca) di yahoo yang menyebutkan bahwa campur tangan asing di Papua sangat kentara.

Dibawah ini kutipan beritanya :
INILAH.COM, Jakarta - Keterlibatan anggota parlemen Inggris di Papua dengan memfasilitasi konferensi International Parliamentary for West Papua (IPWP) untuk Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan bentuk intervensi asing terhadap kedaulatan RI.
Pendapat tersebut disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/8/2011). “Meskipun belum menjadi langkah resmi pemerintah Inggris, hal ini merupakan fakta nyata adanya campur tangan asing di Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, di Oxford Inggris diselenggarakan konferensi yang digagas International Lawyers for West Papua (ILWP).  Konferensi itu mengangkat tema tentang kemerdekaan Papua Barat, yakni "West Papua? The Road to Freedom". ILWP diduga dimotori oleh oknum anggota Parlemen Inggris.
Adhie menjelaskan, secara umum, di Papua tidak sedang terjadi pergolakan serius yang bisa ditafsirkan sebagai "keadaan bahaya" yang mengancam terjadinya pelanggaran HAM. Sehingga, Papua tidak layak menjadi urusan masyarakat Internasional.
Semua ini terjadi akibat lemahnya tata kelola pemerintah. “Dalam kasus OPM yang makin dapat dukungan Inggris, ini 100% merupakan cermin kegagalan politik luar negeri RI. Dampaknya, dalam beberapa pekan ke depan akan ada kegentingan di Papua.”
Adhie berpandangan, DPR dan para pemimpin politik nasional untuk membicarakan hal tersebut untuk segera menentukan langkah. Langkah itu perlu dilakukan karena menurut Adhie SBY pasti akan lamban menyikapi hal ini.
“Apabila kita, terutama para pemimpin politik tidak segera bertindak, dalam tempo setahun setelah ini, Organisasi Papua Merdeka (OPM) akan mendapat dukungan luas di dunia Internasional. Kalau sudah begitu, lepasnya Papua dari NKRI tinggal menunggu hari.”

     Bertahun-tahun di bangku sekolah kita dijejali dengan ilmu pendidikan kewarganegaraan, ataupun sejenisnya, yang berisikan tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sangat indah bunyinya.  Yang kita herankan, dari tatanan masyarakat kelompok kecil yang bernama keluarga sampai dengan tatanan terbesar yaitu negara, ternyata norma-norma tersebut terkikis dengan sendirinya, entah oleh kemilau materi ataupun kepentingan lain yang akhirnya menimbulkan keberpihakan pada individu masing-masing.  Yang terjadi sungguh berbanding terbalik..  Ajaran yang kita terima adalah "kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan"....  Kemana pasal itu tatkala para anggota dewan mengadakan konverensi dan rapat ?  Ataukah apabila sudah menjadi anggota dewan atau pemerintahan tidak lagi perlu mengamalkan pendidikan kewarganegaraan, atau perlu diusulkan oleh rakyat untuk diadakan penataran ulang ?  Sungguh menyedihkan negara ini.
        Kalaupun ada negara lain yang melakukan intervensi terhadap hal-hal yang termasuk kedalam wilayah kedaulatan negara, mengapa pemerintah tidak dapat menegur dan memberikan sangsi ? Ataukah memang negara lain tersebut diminta oleh rakyat yang notabene adalah warga negara Indonesia, tetapi tidak diperlakukan sama dengan warga negara Indonesia di kepulauan lain ?  Banyak kemungkinan penyebabnya,  tetapi hal itu tidak akan terjadi selama pemerintah dapat berbuat "adil" kepada rakyatnya.
    Banyak hal yang ingin saya keluhkan apabila topiknya adalah pemerintah, dimana seolah-olah tidak ada pemerintah saat kita berjalan ke luar pulau jawa utamanya di daerah terpencil.  Di saat penduduk perbatasan yang lebih memilih menjadi penduduk negara lain karena kenyamanan fasilitas yang mereka tawarkan jauh melebihi yang didapatkan apabila menjadi penduduk negeri ini.  Infrastruktur di pulau Jawa dan Bali utamanya yang sangat timpang dibandingkan dengan pulau-pulau lain di negeri ini, dimana bahkan masalah yang sangat pokok dan sudah diatur dalam undang - undang seperti listrik dan air pun tidak dikelola dengan benar. 
Apakah negara ini miskin ?? Jawab nya : TIDAK
Tetapi karena ada kantong-kantong uang yang yang harus diisi saat pemerintah mengucurkan dana ke daerah, menyebabkan ketidak merataan terjadi. 
    Belum lagi adanya kerjasama-kerjasama yang ditanda tangani oleh pemerintah dengan pihak asing yang ternyata hasilnya tidak dapat dinikmati oleh penduduk setempat.  Makin lengkaplah pemicu yang membuat memanasnya hubungan pemerintah dan rakyat.  Sangat dimengerti apabila ketidakpuasan tersebut dapat berdampak pada perpecahan bangsa ini.  Dan apabila mereka merasa tidak mendapatkan keadilan, kemudian mereka mencari keadilan diluar sana, merupakan hal yang wajar.
    Belakangan juga sangat marak masalah TKI yang mengalami nasib yang mengenaskan di negeri orang.  Terlepas dari kesalahan TKI itu sendiri, mengapa pemerintah menjadi pihak yang terakhir mengetahui ataupun dikonfirmasi terntang masalah seperti ini ?  Kemana pemerintah disaat mereka dibutuhkan ?  Mengapa masalah tersebut tidak pernah terjadi di masa yang lalu ?  Ataukah memang citra pemerintah saat ini di mata internasional begitu tidak berharga, sehingga kedaulatannya pun dilanggar dan dilecehkan oleh negara lain ?
   Semoga pemerintah cepat tanggap menanggapi masalah yang terjadi di Papua, sebelum kejadian Timor Leste terulang kembali.  

Sabtu, 20 Agustus 2011

Pemimpin yang baik

       Dari tahun ke tahun, mayoritas dari kita merasakam haus akan seorang pemimpin yang sebenarnya,  pemimpin yang mampu membawa yang dipimpinnya ke dalam situasi yang  lebih baik dan sejahtera.  Yang terjadi saat ini adalah masyarakat yang berjalan sendiri-sendiri, karena saat mereka menengok ke atas, mereka tidak mampu menemukan figur pemimpin tersebut, sementara roda kehidupan harus tetap berjalan.  Terlintas di pikiran saya bahwa ada atau tidak seorang pemimpin, tidak merubah keadaan.  Mereka hanya simbol dari sebuah jabatan tanpa dapat berbuat banyak untuk rakyat yang dipimpinnya.
      Dulu sempat saya tidak mempercayai kata-kata bahwa seorang pemimpin itu dilahirkan, bukan dibentuk.  Ternyata memang ada perbedaan yang sangat signifikan di antara keduanya.  Seseorang yang dilahirkan sebagai pemimpin mempunyai kharisma yang besar, yang dapat menarik individu lain, seperti medan magnet.  Sedangkan pemimpin  yang lahir karena ditunjuk, tidak akan sanggup melakukan itu.  Tetapi mereka tetap dapat memimpin dengan baik apabila dapat mengayomi dan menanamkan ajaran yang baik kepada yang dipimpinnya.  Mereka yang ditunjuk hanya 'pura-pura' memiliki kharisma, dan sebagian anak buah, karena mengharapkan kedudukan yang lebih aman akan ber'pura-pura' terpesona..
     Sebenarnya seperti apa sih pemimpin yang baik dan bagaimanakah seharusnya sikap seorang pemimpin ? Berbagai literatur ataupun pendapat berusaha merinci apakah itu pemimpin yang baik, antara lain :
  • Pemimpin yang baik adalah yang mampu memimin dirinya sendiri.  Memberikan instruksi merupakan hal yang sangat mudah, semudah membagikan kartu nama,  tetapi berperan serta dalam instruksi yang diberikan adalah hal yang penting untuk seorang pemimpin
  • Jangan menjadikan tempat yang dipimpin adalah kerajaan.  Seorang pemimpin harus mampu berpikir bahwa semua orang dapat berada dalam posisinya, menggunakan kekuasaan secukupnya dan tidak memandang kedudukan tersebut sebagai sebuah hirarki, melainkan tugas.
  • Mempunyai kepribadian yang kuat dan bertanggung jawab.  Memang benar bahwa seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki kekuasaan, tetapi tidak berarti mereka boleh melakukan apa saja tanpa memikirkan tanggung jawabnya.  Jangan menjadi pemimpin yang hanya dapat meminta tanggung jawab tanpa mampu memberikan contoh, karena bagaimanapun pemimpin adalah panutan.
  • Menuntaskan pekerjaan.  Banyak pemimpin yang merasa apabila masa jabatannya berakhir, mengatakan bahwa "permainan telah selesai". Pemimpin yang baik merasa bahwa pekerjaan tidak akan pernah selesai
  • Memberikan penghargaan yang selayaknya.  Hal ini akan memotivasi bawahan untuk bekerja dan loyal terhadap institusi tersebut.
  • Tak pernah berhenti belajar.  Seorang pemimpin yang baik tidak enggan untuk berhenti belajar, meng-update pengetahuan dan kemampuannya.
Kriteria dari literatur lain yaitu seorang pemimpin harus memiliki sifat :
~. berani mengorbankan harta yang dimiliki untuk yang dipimpinnya
~. mempunyai moral yang terpuji
~. berkata jujur dan bertanggung jawab atas perkataannya
~. ramah dan santun, karena pemimpin adalah orang yang melayani yang dipimpin, bukan sebaliknya
~. bersikap sederhana untuk menjembatani antara dirinya dengan yang dipimpinnya
~. mampu menilai dengan netral dan tidak subjektif
~. tidak menyakiti, menghargai perbedaan.  Bahwa terkadang ada perbedaan pendapat dengan bawahan, bukan berarti harus mengalahkan pendapat bawahan dan selalu menggunakan pendapatnya sendiri.  Adakalanya pendapat bawahan lebih baik, dan pemimpin yang baik adalah yang mampu menerima masukan tersebut.

Kepemimpinan Dalam Islam
Sesungguhnya, dalam Islam, figur pemimpin ideal yang menjadi contoh dan suritauladan yang baik, bahkan menjadi rahmat bagi manusia (rahmatan linnas) dan rahmat bagi alam (rahmatan lil’alamin) adalah Muhammad Rasulullah Saw., sebagaimana dalam firman-Nya :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS.
al-Ahzab [33]: 21).
         Dalam Islam seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah (STAF):
(1) Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya;
(2) Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi;
(3) Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;
(4) Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.
Selain itu, juga dikenal ciri pemimpin Islam dimana Nabi Saw pernah bersabda: “Pemimpin suatu
kelompok adalah pelayan kelompok tersebut.” Oleh sebab itu, pemimpin hendaklah ia melayani dan bukan dilayani, serta menolong orang lain untuk maju.

Sabtu, 16 Juli 2011

Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)

PPnBM adalah jenis pajak yang merupakan satu paket dalam Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai. Namun demikian, mekanisme pengenaan PPnBM ini sedikit berbeda dengan PPN. Berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) Undang-undang PPN, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dikenakan terhadap :
  1. penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya;
  2. impor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah.
Dengan demikian, PPnBM hanya dikenakan pada saat penyerahan BKP Mewah oleh pabrikan (pengusaha yang menghasilkan) dan pada saat impor BKP Mewah. PPnBM tidak dikenakan lagi pada rantai penjualan setelah itu. Adapun fihak yang memungut PPnBM tentu saja pabrikan BKP Mewah pada saat melakukan penyerahan atau penjualan BKP Mewah. Sementara itu, PPnBM atas impor BKP mewah dilunasi oleh importir berbarengan dengan pembayaran PPN impor dan PPh Pasal 22 Impor.

Dasar Pertimbangan Pengenaan PPnBM
  1. perlu keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dengan konsumen yang berpenghasilan tinggi;
  2. perlu adanya pengendalian pola konsumsi atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah;
  3. perlu adanya perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional;
  4. perlu untuk mengamankan penerimaan negara;
Pengertian BKP Mewah
  1. bahwa barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok; atau
  2. barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu; atau
  3. pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi; atau
  4. barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status; atau
  5. apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat, serta mengganggu ketertiban masyarakat, seperti minuman beralkohol.

Tarif, Kelompok dan Jenis BKP Mewah
Berdasarkan Pasal 8 Undang-undang PPN, ditentukan :
  1. Tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah adalah paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 75% (tujuh puluh lima persen).
  2. Atas ekspor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah dikenakan pajak dengan tarif 0% (nol persen).
  3. Dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.
  4. Jenis Barang yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan

Sabtu, 18 Juni 2011

Cara Menghadapi perang Harga : Hasil analisis medan perang

Kebanyakan manajer akan terlibat dalam perang harga di beberapa periode dalam karier mereka, dan tidak pernah terlalu dini untuk mempersiapkan.  Akshay R. Rao, Mark E. Bergen dan Scott Davis dalam Harvard Business Review menuliskan. Bahkan, manajer dan perusahaan yang melakukan analisis cerdas teater operasi dan menemukan bahwa mereka memiliki lebih banyak pilihan daripada yang mereka pikirkan.
"Perang harga," tulis Akshay R. Rao, Mark E. Bergen dan Scott Davis, "adalah fakta kehidupan-apakah kita sedang berbicara tentang dunia yang serba cepat dari 'produk pengetahuan,' pemasaran peralatan internet, atau bisnis.Jika Anda tidak sedang dalam pertempuran harga, bisnis anda mungkin akan cukup sehat.


Dalam "Bagaimana untuk Memerangi Perang Harga," mereka mengingatkan bahwa perang harga bukan hanya masalah masalah menanggapi pergerakan harga yang agresif dari salah satu pesaing  Anda sendiri. Sebaliknya perusahaan harus mempertimbangkan semua pilihan mereka, termasuk menjinakkan konflik, mundur atau, jika pertempuran tidak bisa dihindari, berjuang dengan senjata walaupun akhirnya mengakibatkan pemotongan harga diri mereka. Dalam kutipan ini, Rao, Bergen dan Davis menunjukkan analisis yang cermat dari empat bidang penting sebagai kunci untuk mengetahui jalan mana yang harus diambil. Penting untuk memahami mengapa perang harga terjadi atau mungkin terjadi. Tapi itu juga penting untuk mengenali mana untuk mencari sumber daya dalam menghadapi pertempuran. Sangat penting untuk berhati-hati menganalisis pelanggan Anda, perusahaan, pesaing, dan pemain lain di dalam dan di luar industri yang mungkin memiliki kepentingan dalam perang harga. Pelanggan dan Sensitivitas Harga Sebuah evaluasi bijaksana dari pelanggan dan sensitivitas harga mereka dapat memberikan wawasan berharga tentang apakah seseorang harus berjuang melawan harga pesaing yang dipotong, atau dengan beberapa strategi lain. Konsumen sering tidak menyadari produk pengganti dan harga mereka, atau mereka mungkin merasa sulit untuk membuat perbandingan antara berbagai alternatif setara fungsional. Misalnya,  sebelum  rencana AT & T 7-cent-a-minute, konsumen dihadapkan seperangkat pilihan harga yang membingungkan untuk layanan telepon jarak jauh. AT & T dikenakan biaya 15 sen per menit per panggilan tanpa biaya bulanan, atau 10 sen per menit dengan biaya bulanan $ 4,95. MCI menawarkan tarif malam dari 5 sen per menit, dan siang hari hingga 25 sen per menit, dan biaya bulanan sebesar $ 1,95. Sprint dengan biaya 5 sen per menit untuk panggilan malam hari, dan 10 sen per menit untuk panggilan lainnya, dan biaya bulanan $ 5,95. Biaya menentukan rencana terbaik ketika pelanggan tidak yakin tentang pola panggilan mereka hanya terlalu tinggi untuk keputusan keterlibatan rendah seperti jarak jauh layanan telepon. Sebuah perusahaan yang ingin bersaing pada harga dapat menyederhanakan pilihannya. Itulah yang Sprint lakukan. Mereka menyederhanakan tarif dan waktu sampai 10 sen per menit sehingga pelanggan bisa membandingkan tarif dari MCI dan AT & T. Beberapa konsumen lebih sensitif terhadap kualitas daripada harga, untuk berbagai alasan. Pembeli pada dunia industri sering kali  bersedia membayar lebih untuk pengiriman tepat waktu atau kualitas yang konsisten karena mereka perlu fitur tersebut untuk membuat bisnis mereka berjalan lancar dan lebih menguntungkan. Kepercayaan yang rasional dimana kualitas yang buruk dapat membahayakan kesehatan seseorang merupakan alasan penting bahwa obat bermerek mempunya harga lebih tinggi dobanding obat generik. Dan daya tarik Dafidoff yang sombong memungkinkan Davidoff untuk menjual pertandingan di $ 3,25 untuk  sekotak yang berisi 40 tongkat untuk penikmat cerutu. Pelajaran dasar adalah bahwa segmen pelanggan yang berbeda menunjukkan berbagai tingkat sensitivitas harga untuk produk yang berbeda pada waktu yang berbeda. Bisnis yang mengadopsi pendekatan satu-ukuran-cocok-semua mempunyai resiko tersendiri. Kemampuan Perusahaan Faktor-faktor dalam perusahaan seperti struktur biaya, kemampuan, dan posisi strategis juga harus diperiksa dengan teliti. Struktur biaya dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam praktek teknologi atau bisnis, yang pada gilirannya dapat menggoda perusahaan untuk memotong harga dengan cara yang akan memicu perang harga. Sebagai contoh, mempertimbangkan implikasi outsourcing. Mungkin benar bahwa akan lebih murah untuk membeli daripada membuat sesuatu di rumah, karena tangan tak terlihat dari pasar akan menurunkan harga akuisisi suatu produk. Tapi biaya dari sesuatu pembuatan rumah sebagian besar tenggelam dan tetap. Ketika produk yang dibeli di pasar, biaya akuisisi adalah satu variabelnya. Dengan kata lain, integrasi dapat mengarahkan kepada struktur biaya dengan komponen biaya tetap yang lebih tinggi dan biaya variabel yang lebih rendah.  Akibatnya, perusahaan dengan biaya variabel yang lebih rendah mungkin tergoda untuk menurunkan harga dan memulai perang harga. Tapi meskipun biaya variabel yang lebih rendah memberikan perusahaan keuntungan,  harus hati-hati dalam mempertimbangkan apakah perang harga konsisten dengan postur strategis. Biaya variabel yang lebih rendah harus digunakan untuk memulai perang harga hanya ketika perusahaan akan menghasilkan netralisasi atau keluar dari saingan yang tidak diinginkan. Pertimbangkan juga, koherensi strategi harga Anda dan kemampuan Anda untuk melaksanakannya. Tindakan dari salah satu partisipan yang terlibat dalam perang harga sengit di industri mengatakan: kelompok manajemen senior perusahaan meminta manajer atas untuk meningkatkan pangsa pasar sebesar 20%, harga kembali ke tingkat yang menguntungkan, dan menstabilkan mereka. Dihadapkan dengan tujuan yang tampaknya saling bertentangan, manajer memilih pasar tujuan membangun termudah saham yang dicapai dengan menurunkan harga, sehingga memperburuk perang harga. Arahan kepada manajer itu membingungkan, tindakannya mengakibatkan bingung pesaing, dan yang menyebabkan ketidakpastian dan gejolak kenaikan harga di pasar. Ketika biaya lunak (waktu manajerial dan perhatian) dari perubahan harga melalui rantai pasokan yang kompleks yang diperhitungkan, biaya dari kenaikan pangsa pasar akan sangat disayangkan. Pemahaman penting yang harus muncul dari latihan ini adalah apakah pemotongan harga sederhana adalah pilihan terbaik yang diberikan seseorang struktur biaya, tingkat kapasitas, dan kompetensi organisasi. Reaksi Pesaing Analisis pesaing mereka-struktur biaya, kemampuan, dan strategis posisi-sama berharganya. Penurunan harga dalam satu industi mungkin cocok dalam keadaan tertentu. Tapi banyak perang harga yang tidak menguntungkan terjadi karena sebuah perusahaan melihat peluang untuk meningkatkan pangsa pasar atau keuntungan melalui harga yang lebih rendah, sementara mengabaikan fakta bahwa pesaing akan merespon. Riset pasar mungkin mengungkapkan bahwa kenaikan penjualan setelah pemotongan harga membenarkan tindakan, tetapi penelitian yang sama sering  mengabaikan tanggapan harga pesaing. Bisnis perlu memperhatikan tingkat strategis untuk pertanyaan dua kembar yang akan merespon dan bagaimana cara pesaing merespon. Manajer produk yang pandai menyadari kebutuhan untuk memahami persaingan dan berempati dengan mereka. Proyek mereka adalah bagaimana pesaing akan menentukan harga dengan hati-hati dan mekakukan pelacakan pola-pola historis, pemahaman tentang hal-hal  yang memicu perubahan harga di masa lalu, dan dengan melacak waktu dan besarnya respon harga. Mereka memantau pernyataan publik yang dibuat oleh eksekutif senior dan diterbitkan dalam laporan perusahaan. Dan mereka terus memantau kegiatan di pasar sumber daya: pesaing yang memperoleh teknologi baru, tenaga kerja, sistem informasi, atau saluran distribusi, atau bentuk bahwa aliansi baru, mungkin akan membuat beberapa jenis harga bergerak yang akan mempengaruhi lainnya pemain di industri ini. Ini pemindaian lingkungan canggih mengidentifikasi musuh mungkin dan modus operandi kemungkinan mereka. Tapi pesaing mana yang harus anda perhatikan ? Mengidentifikasi pesaing sering memiliki implikasi penting harga. Misalnya, Encyclopedia Britannica menemukan bahwa pesaing utamanya bukan Ensiklopedia Grolier tapi Microsoft. Britannica tampak tidak menyadari pentingnya pesaing ini selama beberapa tahun sampai erosi stabil dalam penjualan ensiklopedia menunjukkan perusahaan perkembangan mengejutkan dalam teknologi yang mengubah cara konsumen mendapatkan informasi. Dibukukan  biaya ribuan dolar; Britannica sekarang menawarkan akses gratis ke database di Web dan berasal pendapatan dari iklan banner, bukan konsumen. Pesaing langsung sebuah perusahaan yang berbagi teknologi yang sama dan berbicara dengan pasar yang sama adalah saingan penting. Namun pesaing tidak langsung yang memenuhi kebutuhan pelanggan melalui penggunaan teknologi yang berbeda dan yang memiliki struktur biaya yang sama sekali berbeda mungkin adalah yang paling berbahaya. Bahkan, pesaing langsung seperti maskapai besar yang sering hidup berdampingan cukup damai. Memeriksa harga-aturan keputusan mereka menunjukkan mengapa. US Department Perhubungan studi menunjukkan bahwa ketika satu hub maskapai penerbangan yang berbasis memasuki hub lain, biasanya tidak terlibat dalam persaingan berdasarkan harga karena takut pembalasan di pusat sendiri. Sebaliknya, perang harga mungkin sering dimulai oleh sebuah perusahaan dari industri yang sama sekali berbeda, dengan teknologi yang sangat berbeda, yang memberikan keuntungan biaya yang cukup pengaruh untuk memasuki pasar dan mencuri pangsa Anda. Proses identifikasi pesaing juga mengungkapkan kekuatan dan kelemahan pesaing saat ini dan potensinya. Hal ini memiliki implikasi penting untuk memberikan arahan bagaimana perusahaan bersaing. Hal ini umumnya bijaksana untuk tidak saling memulai perang harga dengan pesaing yang memiliki basis sumber daya secara signifikan lebih besar atau reputasi untuk menjadi prajurit dalam perang harga. Ketika menganalisis pesaing Anda, hati-hati menentukan siapa mereka, bagaimana harga cocok dengan posisi strategis mereka, bagaimana mereka membuat keputusan harga, dan apa kemampuan mereka dan sumber daya. Kontributor, mitra, dan pihak lain yang berkepentingan Akhirnya, penting untuk memantau pemain lain dalam industri yang kepentingan pribadi atau profil dapat mempengaruhi hasilnya. Pemasok, distributor, penyedia barang komplementer dan jasa, pelanggan, lembaga pemerintah, dan sebagainya memberikan kontribusi signifikan terhadap pengalaman konsumsi, termasuk kualitas produk, pitch penjualan, dan layanan purna jual. Mereka sering mempunyai pengaruh besar terhadap hasil dari perang harga-secara langsung atau tidak langsung. Kadang-kadang kontributor dapat memberikan dorongan untuk, atau secara tidak langsung mungkin mulai, perang harga. Motorola menemukan banyak hal ketika memperkenalkan harga rendah telepon seluler mereke di Cina dan Brasil. Segera Motorola mengamati bahwa harga barang di pasaran telah turun secara substansial di Amerika Serikat. Distributor yang mengalihkan produk terikat untuk China dan Brasil menguntungkan untuk pasar AS dan Eropa , kadang-kadang produk yang bahkan tidak pernah meninggalkan dermaga. Distributor Motorola telah menciptakan "pasar abu-abu" karena Motorola telah memberi mereka alasan untuk percaya bahwa harga di Amerika Serikat terlalu tinggi. Kadang-kadang kontributor dapat membantu mengurangi persaingan harga dengan meningkatkan nilai produk, seperti Intel membuat produsen komputer; membantu dengan pemasaran, sebagai maskapai yang sering menampilkan flyer program nya  untuk perusahaan kartu kredit, dan membatasi paparan produk bersaing, seperti MITI yang telah melakukan untuk perusahaan Jepang yang menghadapi kompetisi internasional di rumah. Manajer yang pndai harus hati-hati mempertimbangkan pemain lain dan kepentingan mereka (profit margin bagi pemasok dan distributor, komisi untuk perwakilan penjualan, dan sebagainya) sebelum memulai perang harga atau bergabung dengan salah satu.

Sabtu, 07 Mei 2011

Today is inspiring day

Hari ini merupakan salah satu hari yang banyak memberikan inspirasi.Setelah mengikuti rangkaian aktivitas seminar, banyak hal yang terlintas di pikiran yang ingin saya tulis dalam blog ini. Terimakasih pada para trainer yang sangat menginspirasi dengan materi yang cukup menarik yang sebenarnya secara garis besar saya sudah ketahui tetapi mampu disajikan dengan versi yang berbeda dan lebih "manusiawi", tidak text book.  Banyak hal yang saya tangkap hari ini.  Semoga ada yang memberikan koreksi apabila ada penalaran saya yang kurang sesuai.

~ penilaian
Management adalah pekerjaan arrange, apapun itu.  Caranya ? create a motivation.  Seperti dikatakan dalam berbagai literatur bahwa tiap-tiap tingkatan pekerjaan dan derajat hidup dapat dimotivasi dengan cara berbeda, mengikuti hirarki Maslow, dimana masing-masing tingkatan juga mempunyai kebutuhan yang berbeda.  Dengan mengetahui bagaimana kita memotivasi setiap orang, maka kita akan dapat menggerakkan orang tersebut mengikuti apa yang kita harapkan.  Tetapi terkadang hal itu tidak dapat kita laksanakan dengan mulus karena tidak pernah ada hal yang benar-benar ceteris paribus.  Ada kendala-kendala yang kadang kita harus hadapi, dan kita harus bijaksana untuk menganalisa apakah yang sebenarnya terjadi.  Faktor-faktor yang perlu diulas kembali sebelum kita mengambil keputusan tentang apa yang harus kita lakukan adalah : kapabilitas / skill, sistem dalam perusahaan itu sendiri, dan pribadi karyawan.   Yang dimaksudkan disini, apabila kita menghadapi satu masalah, jabarkan secara benar dan nilai terlebih dahulu untuk menjaga objektivitas, apakah masalah inti yang kita hadapi tersebut berkaitan dengan kemampuan karyawan kita, sistem yang dijalankan di perusahaan tempat kita bekerja, ataukah permasalahan itu memang berasal dari pribadi dari karyawan tersebut.  Salah melakukan penilaian terhadap inti permasalahan berakibat terjadi kesalahan pula dalam pengambilan langkah yang akan dilakukan.

~ proses
Untuk mencapai tujuan, kira memerlukan pemicu yaitu cita-cita, keinginan dan kecerdasan untuk mencapainya, saya bilang disini adalah competitive dan comparative advantage atau talent.  Kita harus mengetahui terlebih dahulu, apa keinginan kita, dan kemudian dengan segenap usaha kita harus berusaha dan berjanji untuk meraihnya.  Dengan bijak pula,kita harusnya mempunyai tujuan jangka panjang dan pendek untuk mempercepat prosesnya dan mengukur seberapa banyak yang sudah kita capai.

~ energi positif
Dipupuk dengan cara tidak mengatakan hal-hal yang negatif, yang akan memicu lingkungan kita mengembalikan ke kita  dalam bentuk serupa.

To be continued,,,, tomorrow...

Jumat, 06 Mei 2011

24 Jam serasa tidak cukup

Kalimat itu seringkali kita utarakan apabila kita dihadapkan pada pekerjaan yang menumpuk. Ya... memang tidak dapat disalahkan karena tuntuta perusahaan yang tidak pernah turun malah selalu menaikkan target keuntungan yang akan dicapai  yang menuntut karyawan harus kerja ekstra keras dibandingkan sebelumnya.Selain itu juga tekanan di luar perusahaan, baik dari pesaing ataupun bahkan dari permasalahan keluarga yang mungkin timbul.

Pekerjaan tidak akan pernah habis apabila kita ingin menyelesaikannya.  Mungkin kalimat ini dapat dijadikan sebagai reminder apabila kita serasa tidak dapat mengakhiri pekerjaan kita hari itu.Yang perlu kita ingat adalah bahwa lingkungan dan orang-orang disekeliling kita diciptakan oleh Tuhan juga dengan maksud agar kita belajar satu sama lain, saling mengingatkan dan saling menasehati.  Satu hal lagi yang kita harus ingat adalah bahwa semua ada waktunya sendiri. 

Kadangkala kita perlu me-review kembali,,, sebenarnya apa hal yang membuat kita bekerja tanpa kenal waktu ?  Apakah memang murni karena finansial, ataukah karena memang tingkat pekerjaan kita yang tinggi dan tidak ada yang dapat kita delegasikan pada orang lain, ataukan kita melarikan diri dari permasalahan lain yang ada di luar pekerjaan ? Apakah benar itu semua yang kita cari ?

Kita mungkin lupa bahwa kita tidak hidup atas dasar keinginan untuk hidup saja, melainkan ada bagian tubuh kita yang bernama jasmani yang mempunyai hak untuk istirahat disaat lelah, dan diberikan nutrisi, begitu pula pikiran ataupun rohani yang memerlukan nutrisi berupa upaya pendekatan diri kepada sang Khalik dan berinteraksi dengan sesama.  Kedua titipan tersebut suatu saat akan diminta pertanggungjawaban kepada yang memberikan amanah kepada kita.  Coba kita pikir kembali,,, adakah arti dari pekerjaan kita yang bertumpuk, materi kita yang melimpah apabila kita tak lagi dapat menikmati semua hal yang ada di muka bumi ini. Saat kita sakitpun, bukankan kita hanya berdoa.. "Tuhan, sembuhkanlah aku"... apakah kita akan berdoa dengan mengucapkan,,"Tuhan,aku ingin mobil " dan lain sebagainya ?
Bekerjalah dengan ikhlas dan tanpa kenal lelah, tetapi harus bijaksana dan seimbang antara kegiatan kita dan kebutuhan sosial kita.  Yang perlu kita sadari juga bahwa ada 3 hal yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, bahkan sebelum kita diciptakan, yaitu kelahiran, rejeki atau jodoh dan kematian.  Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa kita cukup bekerja dengan ikhlas dan bijaksana, karena Tuhan sudah menetapkan rejeki tiap-tiap manusia.

Hidup hanya sekali, Jangan sampai kita terlambat menyesali semuanya.Saat jatah usia kita berkurang, saat kita sudah tidak dapat beraktivitas se-sempurna dimasa muda, tetapi kita belum dapat merasakan kebahagiaan sejati karena waktu yang tersita lebih banyak untuk bekerja.